Percepatan Tanam CSR Jelang Kemarau, BRMP Sulteng Perkuat Sinergi dan Pengawalan Lapangan
Sigi, 2 April 2026 – Menjelang musim kemarau, percepatan tanam pada lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR), khususnya di Sulawesi Tengah menjadi salah satu fokus utama. Kepala BRMP Sulawesi Tengah bersama Tenaga Ahli Menteri dan Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan) memberikan arahan strategis kepada seluruh pegawai BRMP Sulawesi Tengah maupun penyuluh BPPSDMP yang berada di CWS BRMP Sulawesi Tengah guna memastikan optimalisasi pemanfaatan lahan dan irigasi, serta pencapaian target tanam tahun berjalan.
Dalam arahannya, Tenaga Ahli Menteri bagian Kerjasama Sektor Pertanian Prof. Ir. Moh. Arsyad, SP., M.Si., Ph.D menegaskan bahwa Provinsi Sulawesi Tengah termasuk dalam 12 provinsi yang menjadi perhatian khusus dalam pelaksanaan program CSR. Oleh karena itu, diperlukan mekanisme administrasi yang tertib dan akuntabel untuk mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran. Ia juga menekankan bahwa target utama program CSR tahun ini adalah realisasi tanam, sehingga seluruh pihak harus memastikan lahan yang telah dicetak segera dimanfaatkan. Selain itu, setiap permasalahan di daerah diharapkan dapat diidentifikasi dan diselesaikan di tingkat BRMP sebelum berkembang lebih lanjut ke tingkat pusat.
Kepala BRMP Sulawesi Tengah Dr. Ruslan Boy, SP., M.Si dalam arahannya menekankan pentingnya kontribusi dan kolaborasi antara BRMP dan penyuluh sebagai ujung tombak di lapangan. Sinergi ini dinilai krusial untuk memastikan percepatan tanam berjalan efektif serta setiap kendala teknis dapat segera diatasi.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Dr. Muh. Amin, S.Pi., M.Si menegaskan perlunya optimalisasi lahan CSR melalui percepatan tanam secara menyeluruh. Ia menekankan bahwa tidak boleh ada lahan CSR yang tidak ditanami. Dukungan penyuluh menjadi faktor kunci dalam pendampingan petani untuk mencapai target tersebut, termasuk dalam melakukan mitigasi terhadap berbagai kondisi di lapangan. Optimalisasi pemanfaatan sumber air melalui pompanisasi juga menjadi perhatian utama dalam menghadapi potensi kekeringan. Selain itu, peran Brigade Pangan (BP) perlu diperkuat, mengingat BP merupakan basis penerimaan alat dan mesin pertanian (alsintan) di lokasi CSR.
Melalui arahan ini, diharapkan seluruh pihak dapat mempercepat langkah di lapangan, memperkuat koordinasi, serta memastikan seluruh lahan CSR produktif. Upaya ini menjadi bagian penting dalam menjaga peningkatan produksi dan mendukung keberlanjutan swasembada pangan di Sulawesi Tengah.